Tampilkan postingan dengan label gadis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gadis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 September 2014

WOW ! IQ Gadis 16 Tahun Ini Melebihi Einstein


Ilmuwan hebat Albert Einstein tak pernah benar-benar mengikuti uji kecerdasan atau tes IQ. Namun, para ahli memperkirakan penemu teori relativitas itu memiliki IQ 160. Akan tetapi, siapa sangka, intelejensia Einstein itu kalah dari seorang gadis berusia 16 tahun.

Daily Mail memberitakan bahwa nama si gadis adalah Lauren Marbe. Dengan IQ 161, Marbe diperkirakan memiliki kecerdasan melebihi para jenius, seperti Bill Gates, Albert Einstein, atau Stephen Hawking. Dengan skor itu, Marbe tergolong satu poin lebih tinggi dari jenius.

Keseharian Marbe, menurut Yahoo News, sama seperti gadis 16 tahun pada umumnya. Dia suka menggunakan pewarna kulit, manicure, atau nongkrong bersama temannya. Gadis muda ini bahagia walau disebut sebagai gadis pirang dari Essex.

“Saya mencintai pewarna kulit saya dan kuku palsu juga, jadi saya kira saya punya selera gadis Essex. Tapi saya gembira bawa saya mungkin bisa menunjukkan kepada orang bahwa kami tidak sepenuhnya lugu dan pirang.”

Marbe hanya bersenang-senang ketika mengikuti tes Mensa IQ bersama temannya. Namun, gadis ini kaget setelah tahu memiliki IQ 161. Marbe menganggapnya sebagai karunia yang membuat dirinya terharu mengetahuinya.

“Saya merupakan satu dari orang yang terakhir mendapatkan hasilnya. Semua orang mendapatkan hasil sekitar 130, jadi saya mengira mendapatkan hasil yang sama. Guruku tahu saya sedikit cerdas karena rangking saya, tapi mereka selalu menduga saya pirang dan sedikit lugu.”

Gadis asal Essex ini masuk Mensa Society dan berencana belajar arsitektur musim panas ini.

Marbe bukan satu-satunya gadis belia jenius. Olivia Manning dari Liverpool punya IQ satu poin lebih tinggi darinya. Olivia pun lebih muda. Usianya 12 tahun. Dia juga masuk komunitas Mensa.

Sumber : http://center-science.blogspot.com/2013/02/wow-iq-gadis-16-tahun-ini-melebihi.html
ReadMore..

Minggu, 09 Februari 2014

Umur 11 Tahun Adalah Purata Gadis Hilang Dara Di London



LONDON - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Sun menunjukan
penemuan yang amat mengejutkan. Dalam lapan tahun terakhir ini, 15 dari
10 remaja di barat dan 39 gadis remaja yang masih berusia 11 tahun,
diketahui hamil.



Penelitian tersebut juga membuktikan jika 300 gadis yang berusia 13
tahun di barat dan Wales, tercatat hamil setiap tahunnya. Sementara
sejak 2002 tercatat 63.487 kehamilan dialami oleh gadis berusia 15
tahun, hampir 23 kehamilan dalam waktu sehari.
Angka mengejutkan ini dikeluarkan oleh The Sun setelah melakukan
penelitian bersama komuniti Freedom of Information. Hasil yang
mengejutkan tersebut juga menyimpulkan jika sejak 2002 sebanyak 268
kehamilan dialami oleh gadis berusia 12 tahun, sementara 2.527 kehamilan
dialami oleh remaja 13 tahun serta 14.777 kehamilan juga dialami oleh
remaja 14 tahun.


Angka terbanyak justru dialami oleh remaja berusia 15 tahun, pada umur
yang masih mentah tersebut tercatat angka kehamilan sejumlah 45,861.
Sementara hingga kini remaja perempuan termuda yang dilaporkan hamil
berusia 11 tahun, sedangkan remaja termuda yang telah melahirkan anak
berusia pada 12 tahun.
Sementara Pemerintah Inggris sendiri mengetahui jika 60 % remaja yang
hamil muda telah melakukan pengguguran. Di antara umur termuda, remaja
perempuan berusia 11-12 tahun itu, ternyata paling banyak mengalami
kehamilan.


Di balik bertambahnya jumlah gadis remaja yang hamil di usia awal,
ternyata tidak disertai dengan angka remaja laki-laki yang menjadi ayah
di usia muda. Hal ini disebabkan sukarnya membuktikan siapa yang
menghamili gadis remaja di usia muda tersebut.
Menurut angka-angka mengejutkan tersebut, barat kini dianggap
sebagai negara tertinggi dengan angka kehamilan di bawah usia 16 tahun.
Padahal Pemerintah Inggris sendiri telah mengeluarkan dana jutaan
poundsterling untuk mengurangi masalah tersebut.
Sementara Sosiologi dari Universiti Kent, Profesor Frank Furedi
menyatakan, jika keadaan ini amat tragis dialami masyarakat negeri Ratu
Elizabeth tersebut saat ini. "Keadaan ini menunjukan konsekuensi
seksualisasi pada anak-anak," komen Profersor Furedi seperti dikutip The
Sun.


Komen Prof Furedi juga diakui oleh Badan Pendidikan Keluarga yang
menilai banyaknya sekolah di Inggeris yang mengatakan pada muridnya,
jika mereka boleh aktif secara seksual jika waktu dianggap tepat untuk
mereka.
ReadMore..